cikiray.desa.id – Satu lagi jenis barang haram yang harus menjadi perhatian dan perlu diwaspadai peredarannya oleh masyarakat terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, adalah “Tembakau cap Gorrila” mendengar dari namanya saja tentu banyak yang bertanya-tanya apakah tembakau ini ditanam atau hasil racikan Gorila (Monyet)?. Adalah tembakau biasa yang dicampur dengan cairan kimia sintetis yang mengandung zat AB-CHMINACA.

    Lantas apa kaitannya tembakau ini dengan gorila? Saat mengisap tembakau ini yang sudah dilinting seperti rokok, seseorang merasa akan seperti ditimpa oleh seekor gorila besar. Efeknya orang tersebut seperti tidak bisa bergerak dan menimbulkan halusinasi. Orang yang baru coba-coba ngegors (istilah untuk mengisap tembakau gorila) biasanya akan panik karena tubuhnya jadi berat sedangkan pecandu yang sudah terbiasa akan muncul perasaan bahagia, rileks dan bahkan suka ketawa-ketawa sendiri.

    Selain itu, penggunaan tembakau ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan syaraf yang biasa disebut tremor. Penyakit tremor sendiri memiliki ciri-ciri, tangan gemetar, berkeringat dan kesemutan. Biasanya, penyakit ini muncul ketika seseorang merasa ketakutan atau merasa tidak stabil ketika gembira atau gemitar saat kurang tidur.

    Karena tembakau ini mengandung zat AB-CHMINACA, maka Tembakau cap Gorilla termasuk dalam daftar narkotika golongan I sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, dan itu berarti bagi para pengguna dan para pengedar bisa dipidana dengan Undang – Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Bagikan Berita