Palabuhanratu -Pada acara penganugerahan Sukabumi Award 2016, Selasa (04/10/2016). Bupati Sukabumi  Marwan Hamami secara resmi mengenalkan bright gas 5,5 kg untuk masyarakat menengah keatas diharapkan akan menjadi solusi mengamankan LPG bersubsidi 3 kg yang seringkali salah sasaran. Sebab, selama ini masyarakat yang secara ekonomi mampu membeli LPG 12 kg, justru banyak yang membeli LPG 3 kg karena lebih murah.

    Alokasi elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan istilah gas melon, peruntukannya sudah ditentukan.

    lpg-3-kg-hanya-untuk-masyarakat-miskin

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 2/2014 tentang minyak dan gas telah dijelaskan, elpiji ukuran 3 kilogram hanya diperuntukan bagi beberapa kalangan tertentu, yakni ibu rumah tangga kategori warga miskin, usaha mikro, dan usaha warungan yang sudah terdaftar di pangkalan.

    Dengan demikian, di luar kategori penerima manfaat subsidi elpiji 3 kilogram itu, tidak diperkenankan menggunakan gas melon tersebut.

    Namun pada kenyataannya dilapangan, tidak hanya rumah tangga sasaran yang menggunakan elpiji 3 kilogram itu. Melainkan pula warga kategori mampu pun menggunakan gas melon tersebut.

    “Ternyata, tidak hanya masyarakat miskin yang menggunakan elpiji 3 kilogram sekarang ini, banyak masyarakat menengah keatas yang menggunakannya bahkan Anggota Dewan juga banyak yang memakainya”, Tutur Bupati Sukabumi di sela-sela pidato pada acara Sukabumi Award tahun 2016.

    Diolah dari berbagai sumber/admin.

    Bagikan Berita